Senin, 01 Desember 2014

Bodohkah aku?


Salahkah aku yang slalu ingin dekat denganmu? Dosakah aku yang mencintaimu? Hingga tanpa sadar aku hanya sebagai tempat persinggahan yang tak pernah kau jadikan tujuan. Selalu dan selalu hanya harapan kosong yang kau berikan.Bodohkah aku yang mencintaimu? Atau aku yang terlanjur sayang? Berkali kali-kali kau sakiti hati ini, kau dustai, kau hianati pun aku masih tetap bertahan dalam cinta ini. Cinta yang tak pernah kau pedulikan, cinta yang selalu kau abaikan.Aku seorang gadis bodoh masih dihantui Bagimu aku kepingan tak pantas lagi tuk di ingat kembali.
Ajari aku untuk melupakanmu, ajari aku untuk berhenti mencintaimu, ajari aku untuk bisa lepas tanpamu, ajari aku untuk berhenti memikirkanmu. Ajari aku untuk melupakan semua kenangan kita, ajari aku untuk berhenti bermimpi tentangmu. Yakinkan aku bahwa kau memang bukan untuk masa depanku.Aku lelah, sungguh aku lelah dalam perasaan ini. Perasaan yg tak pernah kau anggap, perasaan yg tak pernah kau mengerti, perasaan yang hanya kau anggap hal bodoh.perasaan yang hanya kau anggap lelucon. Perasaan yang tak pernah kau pedulikan sedikitpun.Sampai kapan aku harus mencoba, mencoba untuk melupakanmu. Kamu,iya kamu yang memilih pergi dengan yg lain.Aku berharap rasa ini suatu saat akan hilang, lukaku segera kering, dan tak ada lagi tangisan untukmu.Terima kasih, terimakasih atas semua yg telah kita lalui bersama, terima kasih untuk persinggahan yang hanya sementara. Terima kasih untuk semua luka yang kau beri.Pergilah, pergilah dengan dia yang kau pilih, dia yang kau sayangi, dia yang kau cintai. Biarkan aku sendiri disini menyembunyikan luka darimu dan berusaha menyembuhkan lukaku sendiri.

Sabtu, 18 Januari 2014

Tentang Hujan

Ini tentang hujan, tentang cinta dan tentang kita. Hujan slalu mempermainkan perasaan. Tentang kenangan, harapan atau sekedar khayalan.
Hujan slalu menyediakan rindu tentang kenangan. Slalu mengingatkanku kenangan yang sempat kulupakan namun kembali lagi, hujan adalah tentang kamu.
Kepada kamu. Masih ingat tentang hujan?mungkin saja tidak. Aku mengingatkanmu tentang hujan januari.  Satu cerita tentang suatu masa. Saat satu pandangan menyapa, awal cerita kita dimulai. Kita tuliskan kata demi kata tentang cerita kita diatas genangan air. Kita lewati badai bersama sampai pelangi kembali.  Hujan mengajarkanku banyak hal yang tak pernah kamu tau. Hujan mengajarkanku arti cinta dan memberikanku kebahagiaan. Hujan mengajarkanku tentang arti kehilangan,menyadarkan tentang cinta yang menikmati kesakitan karna luka. Menyadarkan dari permainanmu yang hanya membuatku tempat persinggahanmu. Apa kamu tau itu? tentusaja tidak. Apa pedulimu?  
Kini setelah hujan, genangan masih bercerita tentang kita. Tentang sebuah perpisahan, tentang harapan yang patah dilarungkan hujan.Desember hanyalah sisa-sisa hujan tak perlu untuk ku ingat. Biarkan rintik hujan menjadi kenangan yang kurindukan sekaligus memilukan. Dan biarkan rasa ini larut diantara hujan.